Menarik! Fenomena “Hujan” di Matahari yang Bikin Ilmuwan Kagum

Jakarta, 6 Oktober 2025 – Peneliti dari University of Hawai’i baru-baru ini menemukan fenomena unik di Matahari, yaitu hujan plasma panas di lapisan atmosfer terluarnya, korona Matahari. Ini bukan hujan air seperti di Bumi, melainkan gumpalan plasma yang jatuh kembali ke permukaan Matahari setelah dipanaskan selama jilatan Matahari.

Penemuan ini membuka wawasan baru untuk memahami perilaku Matahari, memperbaiki model surya, dan meningkatkan prediksi cuaca antariksa. Dampak pemahaman ini penting bagi perlindungan Bumi dari gangguan aktivitas Matahari, terutama saat sedang aktif.

Bagaimana Hujan Matahari Terbentuk

Selama beberapa dekade, ilmuwan dibuat penasaran mengenai pembentukan gumpalan plasma yang sangat cepat saat jilatan Matahari, yang bisa berlangsung hanya dalam hitungan menit. Penelitian yang dilakukan oleh Luke Benavitz, mahasiswa pascasarjana di Institute for Astronomy University of Hawai’i, bersama astronom Jeffrey Reep, kini memberikan penjelasan rinci.

Benavitz menjelaskan, perubahan distribusi unsur-unsur seperti besi di korona Matahari memainkan peran penting. “Ketika kita membiarkan unsur-unsur seperti besi berubah seiring waktu, model-model tersebut akhirnya cocok dengan pengamatan nyata di Matahari,” ujarnya.

Sebelumnya, model ilmiah mengasumsikan distribusi unsur di korona tetap konstan. Temuan terbaru ini menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut berubah seiring waktu, sehingga pembentukan hujan plasma terjadi lebih cepat daripada perkiraan lama.

Dampak Terhadap Bumi dan Cuaca Antariksa

Fenomena hujan Matahari terkait dengan suar Matahari, yang melepaskan energi besar dalam waktu singkat. Pemahaman baru tentang proses pendinginan plasma membantu ilmuwan memprediksi peristiwa cuaca antariksa, yang dapat memengaruhi satelit, jaringan listrik, dan teknologi komunikasi di Bumi.

Reep menekankan, “Jika model tidak memperhitungkan kelimpahan unsur dengan tepat, estimasi waktu pendinginan plasma bisa meleset.” Dengan informasi baru ini, ilmuwan bisa lebih akurat memodelkan aliran energi dan perilaku jilatan Matahari.

Signifikansi Penemuan

Temuan ini menantang asumsi lama tentang bagaimana energi bergerak di korona Matahari dan memberikan pemahaman lebih baik mengenai dinamika jilatan Matahari. Dengan model yang diperbarui, prediksi cuaca antariksa bisa semakin akurat, sekaligus membantu melindungi teknologi dan infrastruktur di Bumi.

SHARE

C ©2025 - thefrenchrealtors reated wit systeme.ioPrivacy policyTerms of service